Jumat, November 30, 2007

"BAPAK, AGAMANYA APA?"

Oleh : Rasid Rachman

Kabupaten Nias berpendudukan mayoritas Kristen. Walaupun tidak seluruh penduduk beragama Kristen, di mana-mana dan hampir siapa saja beragama Kristen. Gereja ada di mana-mana. Di kota, desa, perbukitan, dan pesisir, kita menjumpai orang Kristen. Pramusaji restoran, pengayuh becak, pelayan hotel, pejabat pemerintah, hingga Walikota, dan Bupati, adalah Kristen.
Di daerah-daerah tertentu, semisal: Moawo, Afulu, Sirombu, seringkali kita jumpai umat beragama Islam. Namun karena mayoritas Nias adalah Kristen, dengan tetap mengingat bahwa ada pula yang Islam, maka bertanya kepada seseorang: Apakah agamamu?” merupakan hal lazim di daerah-daerah tersebut. Orang yang ditanya pun tidak merasa sedang diterogasi karena pertanyaan yang menyangkut hak azasi tersebut. Jawabannya pun santai: “Saya Kristen,” atau “Saya Islam.”
Dalam perjalanan sulit ke daerah Afulu menuju Desa Faekuna’a, saya “diinterogasi” oleh tukang ojek yang saya tumpangi.
Ojek: “Bapak dari mana?”
Saya: “Dari Jakarta.”
Ojek: “Bapak ke mari dari utusan mana?”
Saya: (sambil memancingnya ingin tahu) “Saya dari Gereja.”
Ojek: “Ooh, bapak Kristen? Saya juga Kristen. Tapi agama saya BNKP.* Kalau agama bapak, apa?”
Saya: (masih dalam kebingunan) “Agama saya adalah GKI.” (setelah agak tenang sejenak, saya “menggodanya”). “Kalau begitu, agama kita berbeda ya.”
Ojek: “Ya, beda. Tetapi sama juga, sih.” Cuma, saya yang agama BNKP, bapak yang agama GKI.” ¨

* Bania Niha Keriso Protestan = Gereja Nias Kristen Protestan.

Tidak ada komentar: